LOGIKA: Politik Kampus Sebagai Revitalisasi Peran Kepemimpinan Mahasiswa

 

MALANG – Pandemi covid-19 memberikan dampak yang signifikan dalam aktivitas manusia sehari-hari. Hampir semua kegiatan yang bersifat outdoor tidak bisa terlaksana, dan harus dilaksanakan tetapi secara daring. begitupun juga DMF Sastra, agar semua program kerja terlaksana maka kegiatan yang awalnya dilaksanakan secara luring, maka dengan adanya pandemic ini semua kegiatan berubah menjadi daring.

Bertujuan supaya mahasiswa selalu proaktif terhadap jalannya politik kampus, DMF Sastra Universitas Negeri Malang menggelar kegiatan seminar online untuk membahas bersama tentang politik kampus. Logika (Dialog Interaktif Politik Kampus) dilaksanakan pada hari Jum’at siang (2/7). Penyampaian materi dan dialog dimulai pukul 1 siang dengan acara pendukung diawal acara.

Webinar ini mengusung tema “Politik Kampus Sebagai Revitalisasi Peran Kepemimpinan Mahasiswa”. Diikuti oleh mahasiswa dari seluruh kampus dan perwakilan dari tiap-tiap ORMAWA di UM. Karena kegiatan ini bersifat diskusi aktif maka para peserta diharuskan turut ikut andil dalam jalannya diskusi hingga akhir. Penyampaian tanggapan pribadi yang bersifat kritik, sanggahan atau pertanyaan menjadi bahan jalannya diskusi pada siang itu.

Septia Endriana, yang berperan menjadi MC membuka acara pada pukul 1 siang dengan jumlah peserta yang bergabung 37 orang. Selanjutnya acara diserahkan ke moderator yakni Rico Fenda Pradana, dimulai dengan menyebutkan dan mengenalkan para pemateri webinar kali ini. Pemateri pertama adalah pengurus di Consortium For Indonesian Political Research (CIPR), beliau adalah Bapak Moh Fajar Shodiq. Pemateri kedua bapak Moh Nasrul Chotib menjabat sebagai Dosen Fakultas Sastra UM.

Sebelum penyampaian materi dan jalannya diskusi, bapak Heppy Jundan sebagai Pembina DMF Sastra memberikan sambutan untuk pembekalan jalannya diskusi dan tanggapan singkat terkait tema yang diusung.

Sesi pertama dibuka oleh bapak Fajar sebagai pemateri utama pada acara kali ini. Beliau memiliki pengalaman yang sangat dalam terkait peran dan tugas mahasiswa sebagai pengendali kekuasaan. Disamping itu beliau adalah pengurus aktif Consortium For Indonesian Political Research (CIPR). “Mahasiswa adalah pengendali jalannya pemerintahan, kebebasan berpendapat harus ditegakkan tidak bisa dihalangi dengan permainan kebijakan” ujar beliau dalam penyampaian materi siang hari itu.

Selanjutnya sesi kedua disampaikan oleh bapak Nasrul Chotib yang menjadi dosen di Fakultas Sastra UM. Tentunya beliau membawakan materi berdasarkan pandangan sastrawan, kali ini beliau menjelaskan terkait pentingnya logika, literasi dan ilmu kehidupan. “Perlu warna khusus atau lebih kreatif dalam menyampaikan pendapat seperti melalui cara sastrawan. Dan yang paling penting dalam usaha jangan pernah putus asa. Jangan ribet dengan hasil tapi ribetlah dengan usaha” sedikit kutipan beliau pada sesi kedua ini.

Materi Logika

Setiap sesi selalu dibuka sesi diskusi aktif oleh moderator, diskusi interaktif ini memberikan kesempatan khusus kepada para peserta untuk menyampaikan tanggapannya terkait materi-materi yang sudah disampaikan oleh pemateri. Disamping itu dari panitia juga menyediakan reward khusus untuk peserta teraktif selama diskusi berlangsung.

Logika (Dialog Interaktif Politik Kampus) berjalan kurang lebih 3 jam, dan acara ditutup oleh MC dengan foto bersama sebagai tanda berakhirnya acara.