Legislatif Tour Virtual – Upgrading Diri dan Silaturahmi dalam Masa Pandemi

 

Malang Online- Minggu (25-04-2021) Dewan Mahasiswa Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang melaksanakan salah satu agenda dari program kerja mereka yaitu Visit atau Legislatif Tour. Kegiatan ini merupakan kunjungan rutin yang dilakukan oleh DMF Sastra dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan tentang kepengurusan ormawa agar kedepannya bisa menjadi lebih baik. Pada kesempatan kali ini, DMF Sastra mendapat kesempatan untuk belajar dan berdiskusi menambah wawasan dengan ormawa di Universitas Negeri Malang yakni DMFIP. Namun pada tahun ini, agenda tersebut dilaksanakan secara virtual karena adanya wabah pandemi Covid-19 yang menghalangi para senator dari kedua DMF untuk bertemu secara langsung.

Visit virtual kali ini diadakan mulai pukul 13.00 WIB dengan serangkaian acara didalamnya, seperti pemaparan seluruh program kerja dari masing-masing DMF, tanya jawab terkait program kerja serta tidak ketinggalan sesi diskusi dengan membahas isu-isu hangat yang muncul belakangan ini. “Visit ini penting untuk dilaksanakan dengan tujuan utama upgrading para senator DMF Sastra serta tambahan ilmu dan pengalaman guna penyempurnaan program kerja khususnya bagi DMF Sastra” terang Aulia Tasqia sebagai Ketua Pelaksana agenda ini.

Penyampian proker tahunan dibuka oleh ketua DMF Sastra, Saudara Deddy Wijaya dengan perkenalan seluruh anggota senator DMF Sastra. Adapun penjelasan program kerja masing-masing komisi disampaikan oleh Ketua Komisi. Dari Ketua Komisi 1 oleh Lucky H, Ketua Komisi 2 oleh Naufal Majdi dan Ketua Komisi 3 oleh Moh Ekky. Selanjutnya dari DMF Ilmu Pendidikan dibuka oleh ketua DMFIP, saudara Mahfudz Anwar dengan teknis yang sama bahwa program kerja disampaikan oleh ketua masing-masing komisi. Komisi 1 dengan ketua saudari Aulia Ashudi, Komisi 2 dengan saudari Dwi Puspitasari dan Komisi 3 oleh Dyah Infita.

Diskusi dalam tema pembahasan penyampaian aspirasi dan kontrol mengisi acara selanjutnya. Semua senator dari kedua DMF saling tukar pendapat dalam menyikapi permasalahan yang ada. Kali ini peran DMF sebagai wadah penyalur aspirasi menjadi poin penting pembahasan. Karena jika DMF tidak bisa menjalankan tugas pokoknya, maka akan bernilai kurang dan menjadi hal yang sangat riskan kedepannya. Tapi di lain sisi, DMF sudah mampu menjalankan tanggung jawabnya dengan baik dan benar, tapi para petinggi di wilayah kampus khususnya seolah-olah membiarkan dan tidak mau menindaklanjuti secara nyata apa yang menjadi permasalahannya.

Pada sore hari, diskusi kita tutup dengan tema yang kedua yaitu tentang dibekukannya DPM dan BEM Universitas Negeri Malang. Hal ini secara tidak langsung memiliki dampak bagi organisasi-organisasi dibawahnya, walaupun dampak yang dirasakan tidak muncul ke permukaan dan dirasakan secara nyata. Karena keduanya ini adalah sebagai manifestasi nyata untuk organisasi dibawanya serta perannya sangat dibutuhkan dalam mengawal kebijakan kampus. Ditambah dengan dibekukannya ini, muncul berita bahwa PEMIRA ulang gagal dilaksanakan karena kinerja KPU dinilai kurang baik dalam koordinasi.

Acara ditutup oleh Rozin Rahman selaku MC pada Visit Virtual ini dengan berdo’a bersama-sama dengan harapan semua berjalan dengan baik dan lancer dalam menjalankan program kerjanya masing-masing.